Langsung ke konten utama

Postingan

Pos Lebih Baru

Kokohnya Keluarga Cemara Milenial

Jika sebuah fiksi yang baik adalah fiksi yang terasa bagaikan non-fiksi, atau pun begitu juga sebaliknya. Maka, Film Keluarga Cemara yang baru dirilis 3 Januari 2019 ini, selain menawarkan “fiksi yang baik”, juga menawarkan “klise” yang menyenangkan. Setidaknya, itu yang saya dan penonton lainnya, mungkin rasakan. Sepanjang film diputar, kita dibuat betul-betul benar menebak jalan cerita, namun dengan sensasi melegakan.
Hal yang menimbulkan kesan saya di awal adalah kuatnya realisme cerita yang ditawarkan: sesuai kontekstual zaman, terasa begitu romantik walau agak berlebihan di beberapa sisi.
Peran antagonis di sini pun dibuat betul-betul manusiawi. Tidak hitam-puitih, dan adil sejak dari dalam cerita. Debt collector yang menyita rumah mewah Abah di dalam film ini pun sampai sudi berkata “bukan saya yang jahat” dan mau “bernegosiasi” dengan pemilik rumah, hingga jelas siapa yang sebenarnya bersalah. Atau, lebih berkesannya lagi, kedewasaan remaja labil macam Euis yang keluar dari group…

Postingan Terbaru

Rekonsiliasi '65: Dimulai dari Diri Sendiri

Pemutaran Film Pendek Laut Bercerita: Lagi-lagi Romansa Sejarah dan Manajemen Ketakutan

Blokir, Sensor dan Tindakan Represif

Tugu untuk Anak-Cucu

Fiersa Besari dan Ingkar Janji yang Menyenangkan

Street Dealin XI: Dari Jalanan ke Galeri