Ria Irawan di Suatu SORE


Saya sangat setuju dengan pendapat Cholil pada testimoninya untuk album Sorealist, tentang SORE yang tak perlu diragukan lagi untuk membuat lagu-lagu yang bagus. Walaupun memang, mereka tidak seutuhnya “awet bareng-bareng”, seperti harapan Cholil. Pascakeluarnya Ramondo Gascaro – setelah sebelumnya Dono Firman yang keluar, saya dan juga beberapa pendengar setia SORE lainnya menjadi harap-harap cemas dengan album berikutnya. Pasalnya, Mondo Gascaro termasuk orang yang patut diperhitungkan dalam tubuh SORE. Ia terlalu banyak terlibat dalam peracikan lagu-lagu SORE yang tergolong cukup terbaik. Proses sepertinya memang tak pernah mengkhianati hasil. Kesungguhan SORE sejak awal membangun karakternya yang berkualitas – menunjukkan kemampuan mereka untuk mempertahankan keunggulannya – dengan ditinggalnya seorang anggota yang cukup vital.


Kemunculan album terbaru mereka, ‘Los Skut Leboys’ menjadi penawaran terbaik bagi pendengar baru mereka untuk memulai mengenal mereka, dengan menilik arsip album sebelumnya. Sebagian penggemar mereka tidak menganggap SORE sebagai band sejak dari dua album pertama. Mereka menganggap SORE seperti pengantar keseharian, sebagai soundtrack hidup mereka. Jika band-band lainnya sering dimirip-miripkan dengan kelompok lain di luar negeri yang lebih legend, SORE seperti tak pernah mengalami nasib itu. Dan saya tak pernah mendengar ada orang yang berhasil mencocokkan mereka dengan band lainnya. Mereka punya ciri khas tersendiri, bukan hanya dari segi performa – dengan personil yang seluruhnya bertangan kidal – tapi sampai ke sisi yang lebih intens, yaitu materi dalam musiknya.

Kekurangan SORE kali ini dalam ‘Los Skut Leboys’, bagi saya hanya dalam pengemasan albumnya saja. Tampilan deluxe album mereka tidak lebih menarik dibanding album regulernya. Sampul album dengan ilustrasi pria berkumis yang tampak agak semringah itu, memiliki daya tarik tersendiri bagi saya. Dan belakangan saya baru tahu kalau pria yang diilutrasikan tersebut adalah Kusni Kasdut, seorang perampok permata di Musium Gajah di tahun 1961, sekaligus mantan pejuang kemerdekaan. Maklum saja, karena ilustrasi pada cover album tersebut membuat wajah Kusni Kasdut terlihat menjadi lebih muda. Dari setiap cover ambum SORE memang menunjukkan bahwa mereka sangat peduli sejarah. SORE memang cocok bagi mereka yang tak mau melupakan sejarah. Sejarah bukan saja tentang masa lalu. Karena segala peristiwa yang terjadi hari ini, akan menjadi sejarah di masa mendatang, sesederhana apa pun itu. Hal itu seperti disadari oleh Ade Paloh, yang termasuk peka terhadap pengalaman kesehariannya untuk dijadikan sebuah lirik dalam lagu. Tapi sepertinya ia bukan tergolong orang yang narsistik. Album-album SORE tidak melulu tentang anak-anaknya. Terdapat berbagai sosok inspiratif lainnya di album ini. Mulai dari pertemuannya dengan seorang pelamar kerja yang ditolak oleh korprorat, hingga sesosok wanita tangguh bernama Ria Irawan. Di antara kedua itu, yang terakhirlah favorit saya, sebuah lagu berjudul ‘R14’, yang sangat puitis.

Sebagai seorang anak yang lahir dan dibesarkan oleh orangtua yang berkecimpung di dunia perfilman, Ria Irawan sepertinya tak pantas jika disebut sebagai seseorang yang aji mumpung belaka. Sejak usia tiga tahun, ia mulai menjadi figuran dalam projek film ayahnya, Bambang Irawan, seorang Sutrada sekaligus Aktor yang bersinar di medio 1950an. Kualitasnya sebagai pemain film, terbukti dengan dinominasikan dirinya sebagai Aktris Pendukung Terbaik tahun 1986, dan memenangkan kategori tersebut dua tahun berikutnya. Hidupnya ia lalui dengan berbagai macam batu terjal di hadapannya. Ayahnya meninggal di usianya yang kesepuluh. Sewaktu masa kanak-kanaknya, rumah yang keluarga mereka singgahi terpaksa disita – akibat pembatalan kerjasama investor – dengan perusahaan film Ayahnya, karena sang Ayah terlanjur meminjam uang ke berbagai pihak untuk biaya produksi sejumlah film. Saya sangat meyakini bahwa penderitaan itu pada dasarnya dapat memupuk karakter. Hal itu sangat berpengaruh bagi kekuatan mental seseorang di masa depannya. Dan itu terbukti pada seorang Ria Irawan hingga hari ini.

Seperti Aristoteles dan Hatta yang menolak paradigma “Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya” dalam teori kenegaraan (Baca: kerajaan), saya pun sepakat dengan hal itu. Bakat, pemikiran, sikap dan segala macam persona orang tua kandung belumlah seutuhnya akan diwarisi oleh sang anak. Hal itu berpengaruh dari segi pendidikannya, bukan semata genetika belaka. Pascakepergian sang suami, Ade Irawan, ibunda dari Ria Irawan memutuskan untuk terjun ke dunia perfilman. Sang ibu mengajarkan agar tidak larut dalam kesedihan, dan tegar menajalani nasib dan takdir. Berkali-kali Ria Irawan diterpa isu-isu negatif tentang keretakan rumahtangganya, sampai yang menghebohkan adalah kematian seorang lelaki bernama Aldi di tahun 1994, yang tewas di rumahnya dengan gejala overdosis. Dari sekian batu terjal, hanya kasus itulah yang membuatnya benar-benar terpukul. Terlepas dari kebenaran ia terlibat narkotika atau tidak, yang patut dipetik dari seorang Ria Irawan adalah keteguhan hatinya. Proses kebangkitan dirinya dari suatu kejatuhan, yang pastinya banyak dipengaruhi oleh didikan sang Ibunda.

Selain keteguhannya, Ria Irawan juga seorang yang humoris. Hal itu terbukti dari selera humornya yang tak pernah menurun di tengah kondisinya melawan kanker. Dan ia justru bersyukur setelah mengetahui bahwa dirinya terkena kanker, pasca berobat ke rumah sakit. Ia bersyukur dirinya masih dapat diobati, untuk melawan penyakit tersebut. Bagi saya, seorang yang humoris bukanlah seseorang yang pandai untuk tampil konyol dan berani mempermalukan dirinya di hadapan orang banyak. Dan pandangan tentang seseorang yang terlihat humoris adalah seseorang yang sebenarnya menyembunyikan kesedihannya yang terpendam, itu keliru. Humor adalah seni berlaku jujur dan meneguhkan sikap, menengadahkan kepala di hadapan nasib. Bukan berpura-pura bahagia dan berlaku tolol.

Saya jadi membayangkan Ria Irawan yang termenung di sore hari ditemani tembang terbaik dari album-album SORE.

Dan Ria Irawan itu adalah seluruh wanita Indonesia. 

Komentar

  1. Dewakiukiu.net Agen Bandar66 Online Indonesia Terpercaya

    Dewakiukiu.net - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi DominoQQ | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

    Telah Hadir Game Terbaru Bandar66

    Agen Judi Online Terpercaya Di Indonesia Bermain Poker, Domino99, Capsa Susun, AduQ, BandarQ, Bandar Poker, Sakong, Bandar66 Silahkan Bergabung dan DAFTAR kan Diri ANDA SEGERA DI WEB KAMI...!!! Dan BONUS CASHBACK 0.2%Dan BONUS REFFERAL 15%

    Minimal deposit 15.000
    Minimal Withdraw 15.000
    Support 5 Bank BCA,MANDIRI,BNI,BRI.DANAMON

    Hubungi kami:

    BBM: 33428C8D / E320CFD0
    WhatsApp: +8559262762654
    Line : dewakiukiuqq.net
    Facebook: Dewakiukiu

    BalasHapus

Posting Komentar